
Invalid Date
Dilihat 28 kali

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana pagi di kandang ayam petelur milik Pemerintah Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan tampak sibuk, Selasa (12/5/2026). Ribuan ayam petelur di dalam kandang terus berkokok bersahutan, sementara sejumlah perangkat desa terlihat memanen telur omega yang tersusun di sepanjang rak kandang.
Di tengah aktivitas itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Bangka Kota, Suhar, bersama sejumlah perangkat desa tampak sibuk memanen telur omega yang tersusun rapi di sepanjang rak kandang. Dengan keranjang plastik di tangan, Suhar sesekali memeriksa satu per satu telur yang baru keluar dari kandang produksi.
Jemarinya bergerak hati-hati mengangkat telur berwarna cokelat cerah agar tidak retak sebelum dimasukkan ke dalam wadah. Di sampingnya, beberapa perangkat desa lain ikut membantu memilah telur sambil sesekali bercanda ringan memecah suasana pagi.
“Alhamdulillah sekarang produksi kita sudah stabil, sehari bisa sampai 1.000 butir,” kata Suhar kepada Bangkapos.com, Selasa (12/5/2026).
Usaha peternakan ayam petelur itu dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangka Kota. Kandang pertama dibangun menggunakan dana desa pada tahun 2023, kemudian mendapat tambahan kandang baru pada 2025.
Saat ini total populasi indukan ayam petelur mencapai sekitar 1.050 ekor dari dua kandang. Dengan kapasitas maksimal 600 ekor untuk setiap kandang.
Menurut dia, anggaran pembangunan kandang terbaru mencapai sekitar Rp250 juta lengkap dengan peralatan, indukan ayam, dan kebutuhan pakan. Adapun telur yang dihasilkan merupakan telur omega dengan kandungan omega-3, omega-9, dan DHA yang lebih tinggi dibanding telur biasa.
Kini produksi telur stabil di angka 1.000 butir per hari dan dipasarkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Sejumlah pegawai pemerintah daerah disebut menjadi pelanggan rutin dengan harga jual Rp2.100 per butir. Dengan estimasi pendapatan dari penjualan telur ayam omega sebesar Rp2.100.000 per hari.
“Untuk sekarang Alhamdulillah produksi kita sudah 90 persen ke atas, jadi satu hari di angka 1.000 butir rutin setiap hari,” jelas Suhar.
Pria yang dahulunya merupakan penyuluh pertanian ini menilai sektor ayam petelur memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena telur menjadi kebutuhan pokok masyarakat setiap hari. Sebelum memulai usaha, pemerintah desa juga telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah guna melihat peluang usaha peternakan ayam petelur. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pemerintah desa menilai sektor peternakan ayam petelur sangat menjanjikan, apalagi didukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan telur sangat banyak. Dari target PADes sebesar Rp200 juta tahun ini, sektor peternakan ayam petelur diperkirakan mampu menyumbang Rp30 juta hingga Rp50 juta setelah dipotong biaya operasional.
Pengeluaran operasional usaha peternakan tersebut mencapai sekitar Rp1 juta per hari yang digunakan untuk kebutuhan pakan dan tenaga kerja. Selain telur, limbah kotoran ayam juga dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan karena telah dipesan petani sawit di wilayah sekitar.
“Kotoran ayamnya kita jual mentah dan sudah ada petani kebun sawit yang pesan dulu,” ujarnya.
Meski sejauh ini belum menghadapi kendala besar, Suhar mengakui ancaman penyakit ternak tetap menjadi perhatian dalam pengelolaan peternakan ayam petelur. Ia mencontohkan ayam sempat terserang penyakit yang menyebabkan kotoran basah, namun kondisi itu berhasil diatasi melalui penanganan tertentu. Pemerintah desa sebenarnya berencana menambah sekitar 1.000 ekor ayam lagi pada tahun ini, tetapi rencana tersebut terkendala pemangkasan dana desa.
“Harapan kami dana desa bisa kembali seperti semula agar desa bisa membuka unit usaha baru atau menambah populasi ternak yang ada,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Desa Bangka Kota berencana memperluas usaha peternakan ayam petelur melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Pemerintah desa membuka peluang kolaborasi dengan investor masyarakat, perusahaan, hingga lembaga seperti PT Timah dan Bank Indonesia untuk membantu pengembangan budidaya ayam petelur.
“Kami nanti akan upayakan mengajukan proposal kerja sama agar pengembangan budidaya ini bisa terus berjalan,” ucap Suhar. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Ayam Petelur BUMDes Bangka Kota Produksi 1.000 Butir per Hari dan Raup Jutaan Rupiah, https://bangka.tribunnews.com/lokal/1684227/ayam-petelur-bumdes-bangka-kota-produksi-1000-butir-per-hari-dan-raup-jutaan-rupiah.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
Bagikan:

Desa Bangka Kota
Kecamatan Simpang Rimba
Kabupaten Bangka Selatan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini